Selamat Datang Kawan...!! 0 komentar


     

     

     

     Kaum muda memang selalu menjadi ikon bagi perubahan, dan peran inilah yang menempatkan kaum muda dalam posisi strategis perjalanan bangsa dan negara. Namun sayangnya, peran strategis ini tidak selalu dikelola dengan baik, sehingga tidak jarang energi dan semangat perubahan yang diusung kaum muda tidak tersalurkan dengan tepat (Gilwell, Lord Baden-Powell. Rovering to succes, edisi ke-26, 2008, AIPI Bandung).   

      Karena itu menjadi tanggung jawab Gerakan Pramuka untuk senantiasa mempersiapkan berbagai kegiatan edukatif yang menarik dan rekreatif. Sesuai dengan definisi Kepanduan dari World Organization of The Scout Movement, bahwa organisasi pramuka adalah organisasi yang mengemban misi untuk memberikan kontribusi pendidikan kepada generasi muda, melalui sistem nilai yang berdasarkan pada kode kehormatan pramuka, sebagai upaya untuk membangun dunia menjadi lebih baik, ketika mayoritas orang mulai berpikir individual, Oleh karena itu pramuka diharapkan mampu memainkan peranan yang konstruktif dalam masyarakat.

      Misi tersebut dapat dicapai dengan melakukan berbagai pendekatan, salah satunya adalah dengan mengedepankan nilai ”relevansi” dalam membuat suatu kegiatan kepramukaan. Relevansi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan, minat dan kegemaran remaja. Gerakan Pramuka harus lebih cermat dalam melihat permasalahan yang sedang menimpa kaum remaja, sehingga diharapkan mampu memberikan kegiatan yang solutif dan bermanfaat. Memberikan alternatif kegiatan bagi anggota Gerakan Pramuka maupun organisasi kepemudaan yang lain.

       Dewasa ini, permasalahan yang seringkali dihadapi oleh kaum remaja adalah krisis identitas. Krisis identitas ini pada akhirnya menyebabkan krisis kepercayaan yang menimbulkan lunturnya nilai-nilai kepercayaan, baik pada diri sendiri, orang lain, organisasi, bahkan kepercayaan terhadap bangsa dan negara. Keadaan yang demikian adalah konflik laten yang dapat memicu timbulnya destruktifikasi. Krisis kepercayaan ini juga menyebabkan timbulnya disharmonisasi antara wadah pembinaan dalam pramuka penegak dan pandega. Akibatnya mengarah pada eksklusivitas di satu sisi dan inklusivitas di sisi lain.  

      Berdasarkan latar belakang diatas, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur c.q Dewan Kerja Daerah Jawa Timur perlu menyelenggarakan kegiatan Raimuna 2009. Raimuna Jatim 2009 membawa misi besar untuk memberikan sarana berkegiatan bersama dan meningkatkan Mutual Understanding (kesepemahaman bersama) antar semua wadah pembinaan dalam Gerakan Pramuka, termasuk di dalamnya Satuan Karya. Oleh karena itu, dalam kesempatan kali ini wadah pembinaan Satuan Karya diberikan porsi kegiatan yang lebih banyak. Dalam operasionalisasi konsepnya, kegiatan untuk Satuan Karya ini diintegerasikan ke dalam rangkaian kegiatan di Raimuna Jatim 2009.